#Post Title #Post Title #Post Title
Minggu, 31 Juli 2011

Proses Terbentuknya Laut


Proses Terbentuknya Laut

Quote:

Spoiler for awal terbentuknya laut: 
Laut, menurut sejarahnya, terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, ketika atmosfer bumi tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan.

Pada awalnya, laut bersifat sangat asam (dengan suhu sekitar 100 °c) hal ini disebabkan oleh keadaan bumi yang sangat panas dan keadaan atmosfer bumi yang dipenuhi oleh karbondioksida. Pada saat itu juga, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi disertai fenomena pasang surut air laut yang begitu cepat terjadi karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi.

Kemudian, secara perlahan-lahan jumlah karbondioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, hal inilah yang menyebabkan air laut kini semakin asin.


Quote:
dengan adanya air laut yang disebabkan oleh fenomena alam pada 4,4 milyar tahun lalu (seperti sudah dijelaskan di atas) bumi kemudian mengalami perubahan bentuk daratan.

Contoh kasus: "Terpisahnya Benua Amerika dari Eropa dan Afrika"


Spoiler for ex: 


hal ini juga terjadi dibeberapa rekam kejadian alam sebelumnya yang mencatat bahwa sebelumnya daratan di bumi saling menyatu.



animasi menjelaskan perubahan bentuk daratan di bumi hingga saat ini.
Quote:
pergeseran bentuk bumi (menurut para ahli geologi) juga disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang mengakibatkan keretakan pada daratan dibumi.



animasi menunjukkan proses terpisahnya daratan, dimana batuan cair panas (magma) keluar dari dalam perut bumi dan mendorong permukaan agar terpisah pada arah yang berlawanan dari titik sumber retakan.

Quote:
Terbentuknya Laut Baru di Ethiopia

Quote:

Spoiler for retakan: 


Menurut Tim peneliti dari jurnal Geophysical Research Letters, celah sepanjang 55 km itu sangat mungkin akan menjadi awal terbentuknya samudera baru! Awalnya, gunung berapi Dabbahu yang ada di ujung utara celah meletus, lalu disusul dengan aliran magma yang mendorong melalui tengah-tengah celah tersebut, baru mulailah terbuka retakan di kedua arah.

Nggak cuma itu aja, Lempengan Afrika dan Arab yang bertemu di padang terpencil Afar Ethiopia Utara ini. Kini juga mulai terpisah dengan laju kecepatan 1 sampai 2 inch per tahun, Bahkan di bagian tertentu sudah turun hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Lewat jalur itulah, nantinya Laut Merah akan mengalir ke rekahan Ethiopia dan akan ngebentuk laut baru. Wawww...! 

Spoiler for Retakan: 



* yellow marking: Potongan benua ini nantinya akan menjauh dan menyebabkan munculnya Lautan baru.


Spoiler for Retakan: 

Spoiler for Retakan: 

Spoiler for Retakan: 

Spoiler for Retakan: 

Spoiler for Retakan: 

Quote:
* Secara Garis besar, kemungkinan lahirnya laut baru di kawasan gurun Ethiopia sama dengan penjelasan yang sudah ane uraikan dibagian "proses terbentuknya laut". So, selamat membaca 
SUMBER1
SUMBER2
SUMBER3
SUMBER4
SUMBER5


*dan dari berbagai sumber lain pd penelusuran google.

[ Read More ]

Pengertian Tata Surya dan Teori Terbentuknya

Bukti Tidak REPOST 
Spoiler for show: 
Tata surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet beserta satelit-satelitnya, asteroid (planetoid), komet, dan meteor. Bagaimana tata surya kita terbentuk di jagat raya ini? Terdapat beberapa teori atau hipotesis yang menjelaskan pertanyaan tersebut, antara lain Hipotesis Kabut, Teori Planetesimal, Teori Pasang Surut Bintang, dan Teori Vorteks.



Tata Surya Kita

Berikut Teori terbentuknya tata surya:

1. Hipotesis Kabut 
Imanuel Kant (1724-1804), berkebangsaan Jerman, membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Dikatakan bahwa di jagad raya terdapat gunpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tenngah kabut itu lama-kelamaan menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi planet-planet dan satrelitnya.

2. Teori Planetesimal 
Thomas C . Chamberlin seorang ahli geologi dan Forest R Moulton seorang ahli astronomi mengemukakan teori yang dikenal dengan teori planetesimal yang berarti planet kecil. Teori ini menyatakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang. Suatu saat matahari berpapasan dengan sebuah bintang dengan jarak yang tidak terlalu jauh shingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu, serta bagian dari massa matahari tertarik kearah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa matahari jatuh kembali ke permukaan mathari dan sebagian lagi terhambur keluar angkasa disekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang beredar mengelilingi orbitnya.

3. Teori Pasang Surut Bintang
Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet, Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.

4. Teori Vorteks 
Dikemukakan oleh Karl Von Weiszackermenurut Weiszacker, nebula (kabut) terdiri atas vorteks-vorteks (pusaran-pusaran) yang merupakan sifat gerakan gas. Gerakan gas dalam nebula menyebabkan pola sel-sel yang bergolak (turbulen). Pada batas antar sel turbulen, terjadi tumbukan antar partikel yang kemudian membesar dan menjadi planet.

[ Read More ]

Proses Terbentuknya Petir dan Macam-macam petir

Spoiler for Petir: 



Spoiler for petir itu: 
Petir atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut Guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.



Spoiler for sumber: 
http://id.wikipedia.org/wiki/Petir




Spoiler for ada lagi gan: 
proses terjadinya petir :

1. Proses Ionisasi
2. Proses Gesekan antar awan

a. Proses Ionisasi

Petir terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga kejadian Ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat (es) menjadi cair.

Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi maka inilah yang disebut petir.

b.Gesekan antar awan

Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainya , dari proses ini terlahir electron-electron bebas yang memenuhi permukaan awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah penggaris plastic yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas.

Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron bebas ini saling menguatkan satu dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi.


Spoiler for sumber: 
http://bima-sakti-galaksi.blogspot.com/2011/04/proses-terjadinya-petir.html




Spoiler for jenis petir: 















[ Read More ]